MEDIA TRANSMISI
MEDIA TRANSMISIMerupakan suatu media/sarana yang dapat menyalurkan, mengirim data/informasi
dari pengirim/source ke penerima/destination, yang melibatkan kanal telekomunkasi
dan transmisi data, melalui teknik komunikasi(Communication Link).
Jenis Media Transmisi
Karakteristik dan kualitas sebuah komdat ditentukan oleh sinyal dan media transmisi
Secara garis besar media transmisi terbagi atas 2 kategori yaitu :
- Guided
Open Wire cable
- Terbuat dari kawat tembaga tidak dilapisi isolasi
- Biasa digunakan untuk distribusi listrik
- Tidak punya perlindungan terhadap gangguan noise, pada komunikasi data
- Hanya dapat digunakan untuk komunikasi data bila jaraknya kurang dari 20ft.(6,1 m)
- Terbuat dari kawat tembaga yang dilapisi isolasi
- Jarak terbatas
- Bandwidth terbatas (1Mbps)
- Muatan data terbatas (100Mbps)
- Dapat menerima interferensi dan noise
Coaxial Cable
- Terbuat dari tembaga dan dikelilingi anyaman halus kebel tembaga lain dan
- diantaranya terdapat isolasi
- Dapat mentransfer data dengan kecepatan tinggi
- Bandwidth besar
- Digunakan pada LAN
Fiber Optik
- Bandwidth sangat besar
- Tahan terhadap gangguan RFI (Radio Frequency Interference) dan EMI(ElectroMagnetic Interference)
- Keamanan, tidak bisa disadap melalui kabel biasa
- Unguided
Ada 4 tipe untuk Unguided Media
Gelombang mikro terrestrial
Tipe antena gelombang mikro yang paling umum adalah parabola 'dish'.
Ukuran diameternya biasanya sekitar 3 m. Antena pengirim memfokuskan
sinar pendek agar mencapai transmisi garis pandang menuju antena penerima.
Antena gelombang mikro biasanya ditempatkan pada ketinggian tertentu
diatas tanah untuk memperluas jarak antara antena dan mampu menembus
batas. Untuk mencapai transmisi jarak jauh, diperlukan beberapa menara relay
gelombang mikro, dan penghubung gelombang mikro titik ke titik dipasang
pada jarak tertentu.
Ciri-ciri gelombang mikro terrestrial :
- Frekuensi berkisar antara 2-40GHz
- Line of Sight (LoS)
- Frekuensi lebih tinggi mengandung muatan lebih banyak
Gelombang mikro satelit
Satelit komunikasi adalah sebuah stasiun relay gelombang mikro.
Dipergunakan untuk menghubungkan dua atau lebih transmitter/receiver
gelombang mikro pada bumi, yang dikenal sebagai stasiun bumi atau ground
station
Ciri-ciri gelombang mikro satelit :
- Satelit adalah stasiun relay
- Satelit menerima sebuah frekuensi, menguatkan atau mengulang sinyal serta mengirim ke frekuensi lain
- Memerlukan orbit geo-stationer (ketinggian 35,784km)
Perbedaan-perbedaan utama diantara siaran radio dan gelombang mikro yaitu,
dimana siaran radio bersifat segala arah (broadcast) sedangkan gelombang
mikro searah (point-to-point).
Gelombang Infra red
Komunikasi infra merah dicapai dengan menggunakan transmitter/receiver
(transceiver) yang modulasi cahaya yang koheren. Transceiver harus berada
dalam jalur pandang maupun melalui pantulan dari permukaan berwarna
terang misalnya langit-langit rumah. Satu perbedaan penting antara transmisi
infra merah dan gelombang mikro adalah transmisi infra merah tidak dapat
melakukan penetrasi terhadap dinding, sehingga masalah-masalah
pengamanan dan interferensi yang ditemui dalam gelombang mikro tidak
terjadi. Selanjutnya, tidak ada hal-hal yang berkaitan dengan pengalokasian
frekuensi dengan infra merah, karena tidak diperlukan lisensi untuk itu
Keuntungan gelombang micro/microwave :
- Akusisi antar tower tidak begitu dibutuhkan
- Dapat membawa jumlah data yang besar
- Biaya murah, karena setiap tower antena tidak memerlukan lahan yang luas
- Frekuensi tinggi / gelombang pendek hanya membutuhkan antena yang kecil
Kelamahan gelombang micro/microwave :
- Pengaruh noise
- Terpantulkan oleh permukaan datar, misal air atau metal/logam
- Keamanan transfer data kurang terjamin
- Terbelokkan oleh lapisan atmosphere
Gangguan dan kelemahan saluran Transmisi :
- Random : gangguan yang tidak dapat diramalkan terjadinya
- Tak random : gangguan yang dapat diramalkan terjadinya
- Sinyal yang dikirim berbeda dengan sinyal diterima Pada sinyal analog, akan menghasilkan variasi modifikasi random yangmenurunkan kualitas sinyal Pada sinyal digital, terjadinya bit error
- Attenuasi
- Delay distorsi
- Noise


0 komentar: