welcome to my blog

Rabu, 11 April 2012

0 komentar

Analisis Berorientasi Objek

Analisis Berorientasi Objek
Analisis berorientasi objek (OOA-)
Object-Oriented Analysis (OOA) adalah teknik pemodelan yang mengintegrasikan antara data dan proses kedalam suatu kesatuan yang disebut dengan objek. Model OOA berupa gambar yang mengilustrasikan objek system dari berbagai macam persepsi.
Selain itu OOA adalah Adalah suatu metode dalam pengembangan perangkat lunak berbasis object. Yang dimaksud dengan object bisa dipandang sebagai suatu item informasi atau representasi entitas di dunia nyata. Seperti contohnya dalam system reservasi penerbangan hal-hal yang bisa disebut sebagai object seperti pesawat, jalur penerbangan dll.


Teknik dasar OOA:
Dalam dunia pemodelan, metodologi implementasi obyek walaupun terikat kaidah-kaidah standar, namun teknik pemilihan obyek tidak terlepas pada subyektifitas software analyst & designer. Beberapa obyek akan diabaikan dan beberapa obyek menjadi perhatian untuk diimplementasikan di dalam sistem. Hal ini sah-sah saja karena kenyataan bahwa suatu permasalahan sudah tentu memiliki lebih dari satu solusi. Ada 3 (tiga) teknik/konsep dasar dalam OOA, yaitu pemodulan (encapsulation), penurunan (inheritance) dan polymorphism. 
Pemodulan (Encapsulation)
Pada dunia nyata, seorang ibu rumah tangga menanak nasi dengan menggunakan rice cooker, ibu tersebut menggunakannya hanya dengan menekan tombol. Tanpa harus tahu bagaimana proses itu sebenarnya terjadi. Disini terdapat penyembunyian informasi milik rice cooker, sehingga tidak perlu diketahui seorang ibu. Dengan demikian menanak nasi oleh si ibu menjadi sesuatu yang menjadi dasar bagi konsep information hiding.

Penurunan (Inheritance)
Obyek-obyek memiliki banyak persamaan, namun ada sedikit perbedan. Contoh dengan beberapa buah mobil yang mempunyai kegunaan yang berbeda-beda. Ada mobil bak terbuka seperti truk, bak tertutup seperti sedan dan minibus. Walaupun demikian obyek-obyek ini memiliki kesamaan yaitu teridentifikasi sebagai obyek mobil, obyek ini dapat dikatakan sebagai obyek induk (parent). Sedangkan minibus dikatakan sebagai obyek anak (child), hal ini juga berarti semua operasi yang berlaku pada mobil berlaku juga pada minibus.
Polymorphism
Pada obyek mobil, walaupun minibus dan truk merupakan jenis obyek mobil yang sama, namun memiliki juga perbedaan. Misalnya suara truk lebih keras dari pada minibus, hal ini juga berlaku pada obyek anak (child) melakukan metoda yang sama dengan algoritma berbeda dari obyek induknya. Hal ini yang disebut polymorphism, teknik atau konsep dasar lainnya adalah ruang lingkup/pembatasan. Artinya setiap obyek mempunyai ruang lingkup kelas, atribut, dan metoda yang dibatasi.
Tujuan OOA
Tujuan dari OOA adalah menentukan semua kelas(dan hubungan serta tingkah laku yang berkaitan dengannya) yang relevan dengan masalah yang akan dipecahkan.
Untuk itu perlu melakukan sejumlah tugas yaitu:
  • Persyaratan pemakaian dasar harus di komunikasikan diantara pelanggan dan perekayasa perangkat lunak.
  • Kelas – kelas harus diidentifikasi(misalnya: atribut dan metode yang ditentukan)
  • Hirarki kelas harus didpesifikasikan.
  • Hubungan objek  - ke  - objek(koneksi objek) harus direpresentasikan.
  • Tingkah laku objek dimodelkan.
  • Tugas 1 sampai 5 diaplikasikan lagi secara sampai model selesai.
Sasaran OOA
Sasaran OOA adalah mengembangkan sederetan model yang menggambarkan perangkat lunak komputer pada saat komputer itu bekerja unutk memenuhi serangkaian persyaratan yang ditentukan oleh pelanggan. OOA membangun metode multibagian untuk memenuhi sasaran tersebut
Pengujian model OOA
  • Kebenaran dari model OOA
Kebenaran dari sintaks :Penggunaan simbol dan aturan pemodelan yang tepat
Kebenaran dari sematik: 
  1. Model yang mewakili dunia nyata, dibutuhkan seorangahli dalam domain  persoalan.
  2. Hubungan antar kelas
  • Kekonsistenan dari model OOA
1.       hubungan antar entitas dalam model
2.       dapat digunakan model CRC dan object-relationship diagram


Metode analysis object-oriented memiliki beberapa kelebihan diantaranya dalam maintainability dan reuseability.
Maintainability: aintainability adalah usaha yang diperlukan untuk menemukan dan memperbaiki kesalahan dalam software. Maintanability juga disebut sebagai pemeliharaan system. Dimana setelah sebuah software berhasil dikembangkan dan diimplementasikan, akan terdapat berbagai hal yang perlu diperbaiki berdasarkan hasil uji coba maupun evaluasi.
Reusability , kemampuan untuk bisa digunakan kembali sehingga dapat menghemat waktu dan biaya.

0 komentar:

Best viewed on firefox 5+

Popular Posts

Followers

Tayangan Laman

Name : Design by Tresna Andani